Makalah Tentang Ilmu Tafsir Al-Qur'an

Al-Qur'an ialah wahyu Tuhan dengan kebenaran mutlak sebagai sumber tuntunan Islam. Al-Qur'an ialah kitab suci untuk umat Islam yang memberikan panduan ke jalan yang betul. Dia berperan untuk memberi kesejahteraan dan kebahagiaan untuk manusia, baik secara individu atau barisan. Dia jadi tempat aduan dan pencurahan hati untuk yang membacanya. Al-Qur'an seperti samudra yang tak pernah kering airnya, gelombangnya tak pernah surut, kekayaan dan khazanah yang dikandungnya tak pernah habis, bisa dilayari dan selami dengan beragam langkah, dan memberi faedah dan imbas mengagumkan untuk kehidupan manusia. 

Dalam posisinya sebagai kitab suci dan mukjizat untuk golongan muslimin, Al-Qur'an sebagai sumber keamanan, motivasi, dan ide, sumber dari semua sumber hukum yang tak pernah kering untuk yang mengimaninya. Didalamnya ada document bersejarah yang merekam keadaan sosio ekonomis, religiusous, ideologis, diplomatis, dan budaya dari peradaban umat manusia sampai era ke VII masehi.

Oleh karenanya itu hal, karena itu pengetahuan pada ayat-ayat Al-Qur'an lewat pengartian-penafsiran, mempunyai peran besar sekali untuk maju-mundurnya umat, jamin istilah kunci untuk buka gudang simsimpani yang tertimbun dalam Al-Qur'an.

Sebagai pandangan hidup untuk semua jaman, dan dalAm beragam faktor kehidupan manusia, Al-Qur'an sebagai kitab suci yang terbuka (open ended) untuk dimengerti, didefinisikan dan dita'wilkan dalam sudut pandang sistem tafsiran atau sudut pandang dimensi-dimensi kehidupan manusia. Disini nampaklah beberapa ilmu untuk membahas Al-Qur'an dari beragam aspeknya, terhitung didalamnya pengetahuan tafsiran. Makalah ini akan mengulas mengenai pengetahuan tafsiran mencakup riwayat dan perubahannya, dan corak dan sistem dalam pengartian

Al-Qur'an sebagai sumber hukum Islam yang kekal. Al-Qur'an seperti samudera tidak bertepi yang simpan berjuta-juta mutiara ilahi. Untuk mencapainya, semuanya orang harus berenang dan menyelami samudera al-Qur'an. Tidak seluruhnya penyelam itu memperolah apa yang diinginnya karena kebatasan kekuatannya. Disini letak urgensi piranti pengetahuan tafsiran.

Pengetahuan tafsiran selalu berkembang dri periode ke periode, bahkan juga beberapa ahli sudah banyak menghasilkan tafsiran yang sesuai tuntutan jaman untuk memperjelas keberadaan al-Qur'an salih li kulli jaman wa makan. Banyak sistem yang dipakai dalam pengartian salah satunya sistem tahlily, ijmaly, muqaran, dan maudhu'i