Makalah Kerangka berfikir Aliran Ilmu Kalam

Dalam mengulas masalah yang terkait dengan pengetahuan kalam, tentunya ada ketidaksamaan sudut pandang di antara pertimbangan satu sama pertimbangan yang lain. Seperti kata "kalam" yang memiliki arti "perbincangan". Perbincangan dalam masalah ini yakni, mengenai beberapa masalah ketuhanan dengan memakai argumentasi, nalar dan filsafat dan membandingkan permasalahan yang tersangkut pokok-pokok agama dan yang terkait dengannya. Pengetahuan kalam atau filsafat islam tidak ada tanpa ketidaksamaan-perbedaan pola (penglihatan) di antara satu memahami dengan memahami yang lain. Saluran mu'tazilah dalam masalah ini benar-benar punya pengaruh pada lahirnya Pengetahuan Kalam, yang dapat disebutkan sebagai pemrakarsa memahami yang memberi daya yang kuat pada akal (logis).

Karena ada ketidaksamaan opini berikut hingga ada beragam aliran-aliran dan cara-cara berpikir sebagai ciri-ciri dari tiap-tiap saluran itu. Pada umumnya, sistem/rangka berpikir dalam pengetahuan kalam bisa digolongkan lebih dari dua yakni, sistem berpikir liberal dan sistem berpikir tradisional, yang masing-masing memiliki konsep yang lain. Free will atau predestination (liberal), mengutamakan faktor yang besar pada nalar (akal). Dan fatalism (tradisionil), tidak demikian besar mengutamakan pada faktor akal. Ke-2 corak ini tidak berlawanan dengan tuntunan Islam.